Sebagian pasti berfikir bahwa cerita ini menjemukan. Selalu berulang-ulang dari waktu kewaktu sehingga tidak pernah ada habisnya. Akan tetapi mistersi keberadaannya yang tidak pernah terungkap membuat sebagian yang lain selalu meraba dalam gelap dan selalu mencoba menjalin benang merah.
Di kisahkan, ribuan tahun lalu, jauh sebelum peradaban manusia saat ini, terdapat sebuah peradaban maju ditanah yang subur dan makmur. Peradaban tersebut begitu terorganisir dengan tata letak bangunan yang rapih dan seni yang menawan. Negeri dengan pegunungan-pegunungan yang indah dan megah dengan teknologi yang sangat maju. Tiba-tiba saja peradaban tersebut lenyap. Dan tak berbekas. Seluruh peninggalan dan bukti sejarah seperti ditelan ke dasar bumi, terlipat dalam ceruk yang dalam, tersapu dari bumi selamanya. Bumi kembali sepi. Peradaban kembali pada titik nol.
Atlantis nama daratan itu. Sebuah nama dari benua legendaris yang pertama disebut oleh Plato (360 tahun sebelum masehi) dalam dialog Timaeus and Critias. Hingga saat inipun banyak yang menyangsikan bahwa cerita tersebut berdasarkan fakta. Tapi menurut Plato, Atlantis pernah ada. Ia menyebutkan bahwa Benua tersebut berada di bawah pillar Heracles yang tenggelam 11.500 tahun yang lalu oleh bencana alam dan kekacauan besar. Plato sendiri dipercayai oleh beberapa ahli, mendapatkan kisah ini dari penduduk Mesir, yang menyebutnya Keftiu. Beberapa sarjana bahkan beranggapan, Plato terinspirasi oleh kejadian-kejadian masa lalu seperti, Ledakan Guung Thera, Perang Troya, Kehancuran Helike (373 Sebelum Masehi), Perang Bharatayudha, hingga kegagalan invasi Athena ke pulau Sisilia yang diramu menjadi satu cerita, sehingga banyak orang beranggapan Benua Atlantis hanya dongeng semata.

Gambar Atlantis berdasarkan deskripsi Plato
Walupun sebagian orang menganggap Benua Atlantis hanya dongeng belaka, tak kurang ribuan buku dan puluhan film membahas atau menyinggung tentang keberadaan Atlantis.
Bagi para arkeolog atau oceanografer modern, Atlantis tetap merupakan obyek menarik untuk dipelajari terutama menyangkut teka-teki dimana sebetulnya lokasi Benua itu berada. Berbagai ilmuwan dan juga paranormal serta wartawan hingga kini masih mencari lokasinya.
Peneliti dan Penulis, James Churchward, menemukan tulisan sakral tibet yang menunjukkan ‘dua benua tak dikenal’ yang ia duga salah satunya adalah Atlantis. Begitu juga sebuah Petroglyph di Yucatan Meksiko yang ditemukan oleh William Niven yang menggambarkan konfigurasi tak dikenal sebuah daratan di sekitar Atlantik dan Pasifik.

Lokasi Atlantis berdasarkan buku Atlantis : The Antediluvian World, Ignatius L. Donnelly, 1882
Pendapat yang umum dikemukakan tentang keberadaan Atlantis adalah hilang di Laut Atlantik. Diperkirakan di tengah-tengah laut luas tersebut, dahulu kala terdapat pulau dengan kebudayaan maju yang tenggelam akibat mencairnya zaman es atau bencana alam lainnya. Ada yang memperkirakan Benua tersebut berada di sekitar Portugal dan bahkan sampai ke seberang Atlantik di perairan Karibia.
Atlantis di Irlandia?
Dr. Ulf Erlingsson, seorang ahli geografi yang mendalami geografi fisik pada Universitas Uppsala di Swedia, menyatakan Irlandia adalah Pulau Atlantis yang dimaksud oleh Plato. Spesialisasi Dr. Ulf Erlingsson adalah geomorfologi, geologi bahari (marine geology) dan glaciologi (ilmu pengetahuan mengenai kepulauan es). Erlingsson pakar dalam pemetaan bawah laut dan telah menciptakan peralatan untuk tujuan ini.
Menurutnya, ukuran, geografi dan bentang alam Atlantis sama persis dengan Irlandia. Paling utama dalam teorinya ini adalah ukuran panjang dan lebar pulaunya sama, serta terdapat daratan di tengah pulau yang dikelilingi gunung-gunung. Menurutnya, cerita Plato memiliki 99,98 persen data geografis Irlandia. Dan bencana yang dimaksud Plato adalah tenggelamnya Dogger Bank akibat pasang yang luar biasa pada 6.100 tahun SM.
Bukan hanya mengkaji secara geografi fisik, Ulf Erlingsson juga mencantumkan situs megalitik di Irlandia yang setara dengan monumen megalitik lainnya di Eropa dan Afrika Utara yang masuk dalam batas wilayah Atlantis menurut Plato. Kajian Erlingsson ini diterbitkan bulan September 2003 oleh Lindrom Publishing dengan judul ”Atlantis from a Geographer’s Perspective: Mapping the Fairy Land.”
Atlantis = Indonesia?
Dugaan terkini tentang keberadaan Atlantis adalah daratan yang berada di Indonesia. Sebagian arkeolog dan ilmuwan Amerika Serikat bahkan meyakini benua Atlantis dulunya adalah sebuah pulau besar bernama Sunda Land atau Summa Terra Land, Wilayah yang kini ditempati Sumatera, Jawa dan Kalimantan yang sekitar 11.600 tahun silam daratan-daratan ini masih merupakan kontinen yang sangat besar. Benua ini perlahan-lahan tenggelam dan terpisah seiring dengan berakhirnya zaman es. Teori ini diangkat ke permukaan dalam ‘International Symposium on The Dispersal of Austronesian and The Ethnogeneses of The People in Indonesian Archipelago’ yang dihelat 28-30 Juni 2005, di Solo. Hipotesa itu berdasarkan pada kajian ilmiah seiring makin mutakhirnya pengetahuan tentang arkeologimolekuler. Disebutkan lagi, Pulau Natuna dan Penduduknya merupakan sisa-sisa terpenting yang berkaitan dengan Atlantis. Berdasarkan kajian Biomolekuler, Penduduk Asli Natuna memiliki gen yang mirip dengan bangsa Austronesia tertua yang diyakini bangsa ini memiliki kebudayaan tinggi seperti yang dinisbatkan Plato dalam mitologi yang ia kemukakan.
Dalam teori yang lain yang mendukung Atlantis berada di Indonesia mengemukakan, Penduduk Atlantis terbagi dua, keturunan minoritas bangsa lemuria yang berkulit putih, tinggi, bermata biru dan berambut pirang yang merupakan nenek moyang suku bangsa Arya dan dipercaya memiliki garis keturunan Bangsa Pleides, sedangkan penduduk yang lain berkulit coklat/gelap, relatif pendek, bermata coklat dan berambut hitam memiliki garis keturunan Bangsa Mu/Lemuria/Pasifika. Pada waktu itu, Bangsa luar angkasa (Bangsa Pleides) sudah berhubungan baik dengan penduduk Bumi. Mereka umumnya dianggap sebagai Dewa karena kemampuannya jauh di atas penduduk Atlantis.
Hal ini dihubung-hubungkan dengan Hastinapura (Bahasa Sansekerta untuk Atlantis) tepatnya disekitar wilayah Suma Terra (Sumatra) atau disebut juga Swarnabhumi atau Land of Taprobane, ditengah-tengah 2 pillar penyangga : Gunung Krakatoa dan Gunung Toba, dua gunung yang super besar. Atlantis hancur karena konflik internal para penguasa yang luluh lantak karena peperangan super modern dengan menggunakan teknologi tinggi (nuklir) berikut senjata-senjata pemberian bangsa Pleides. Senjata tersebut memiliki daya hancur masal yang dimiliki oleh para pemimpin-pemimpin Atlantis, yang pada akhirnya memicu ketidakstabilan pada alam.
Peperangan itu terbagi menjadi 2 kubu besar, seperti yang diceritakan dalam mitologi, Pandawa dan Kurawa. Kendaraan tempur dan pesawat-pesawat tempur di asumsikan sebagai Kereta Kencana, sedangkan Panah-panah sakti adalah asumsi dari Rudal balistik atau laser beam. Dan baju zirah yang dikenakan gatot kaca adalah Baju tempur yang bisa terbang. Diceritakan pula, seorang tokoh (baladewa) tidak boleh ikut berperang karena memiliki senjata pemusnah masal yang mampu membelah bumi.
Peristiwa besar itu, yang dimenangi oleh Pandawa, tetap saja mengakibatkan alam menjadi tidak seimbang yang pada akhirnya terjadi letusan besar dari 2 gunung super volcano (2 pillar) yang mengapit mereka, yang memusnahkan Penduduk Atlantis secara global, yaitu Gunung Krakatoa dan Gunung Toba. Danau Toba, danau terluas di atas ketinggian seribu meter dari permukaan air, adalah kaldera raksasa yang di asumsikan sebagai sisa-sisa dari Gunung raksasa tersebut. Ledakan itu menyebabkan gelombang Tsunami yang dahsyat sehingga menghapus semua kebudayaan yang pernah berdiri di Summa Terra. Tersapu dan di hempaskan ke seluruh bagian dunia hingga terhisap ke dasar Lautan Atlantik.
Sebagian kecil penduduk yang selamat sebagian besar lari ke arah barat (melalui India, Alengka (Srilangka)) dan menjadi Ras Arya. Sebagian kecil ke arah timur dan menjadi Bangsa Oceania dan Indian. Sayangnya bagian kecil penduduk yang selamat adalah penduduk-penduduk yang ada di lingkar luar yang jauh dari pusat Atlantis. Sehingga kesinambungan teknologi tiba-tiba berhenti dan kembali ke masa Pra-Sejarah. Mereka hanya mewariskan kisah-kisah ini ke keturunan mereka yang kemudian di adaptasikan dengan perkembangan kebudayaan setempat. Kisah-kisah ini yang kemudian mengilhami pemahaman kepercayaan yang dianut oleh penduduk bumi sebagai tuntunan dan pedoman hidup agar tidak terjadi lagi kehancuran yang berakibat musnahnya peradaban manusia untuk kesekian kali.
Sejak saat itu, Bangsa Pleides (Mahluk Luar Angkasa) memutuskan untuk tidak ikut campur dalam perkembangan manusia saat ini, karena kemunculannya disetiap kebudayaan sebagai campur tangan mereka terhadap proses pendewasaan manusia bumi yang diikuti dengan alih teknologi malah mengakibatkan kehancuran. Di anggap manusia bumi belum siap menerima teknologi yang mereka sampaikan dengan menyalahgunakannya. Campur tangan tersebut juga tenyata berdampak pada pemujaan berlebihan dan menganggap mereka sebagai Dewa yang pada akhirnya menyingkirkan hakikat Tuhan. Saat ini mereka hanya mengamati dan sesekali datang mengunjungi kita yang penampakannya sering disebut-sebut dengan UFO (Unidentified Flaying Object) atau Alien. Kemunculan UFO yang seringkali dilaporkan di Dunia Barat (Amerika dan Eropa) juga dianggap mereka sedang mengobservasi bagian sisi kebudayaan yang paling maju seperti yang mereka lakukan di kebudayaan-kebudayaan terdahulu.
August 28, 2008 at 8:08 am
Boleh juga ceritanya, penuh dengan teori spekulatif yang hampir sama dengan apa yang terjadi dengan bangsa inca. Apakah eksistensi mahluk luar angkasa masih bisa dibuktikan tidak secara teoritis ilmiah, tapi dengan realistis empiris? mereka koq masih suka main rahasia sih! katanya banyak yang bertemu, muncul dong dikonferensi pers.
August 28, 2008 at 8:41 am
Mungkin mereka yang pernah lihat hanya mengada-ada mas nonohermanu. Bisa di karenakan ingin populer!
Keberadaan Mahluk luar angkasa (alien) mungkin bisa direalistiskan dengan kemajuan teknologi antariksa. Tapi mungkin ya memerlukkan waktu yang lama.He..he..
dan yang pasti Keberadaan Benua Atlantis Menjadi Misteri Terbesar Bagi Manusia. Entah Itu ada ataupun Tidak ada!!!
August 28, 2008 at 11:49 pm
mantap !!!
biasanya saya nggak suka baca teks panjang gini, tapi ini saya baca sampai habis…!!!!
kalau memang atlantis itu ada di Indo, di dasar2 laut atau di puncak2 gunung kita mungkin ada sisa2 penginggalannya ya ?
August 29, 2008 at 8:26 am
Mungkin itu hanya spekulasi orang-orang mas rizal kalau atlantis berada di indo, tapi memang kalau benar memang ada di indo, Kita sebagai manusia yang mendiami pulau indonesia harus bisa mencari teknologi2 dari atlantis itu n kita jadi bangsa paling maju. He..he..
September 1, 2008 at 10:26 am
aneh banget ah hasil penelitian orang 2 luar negeri.
tapi bagus juga seh,jadi bangga ama indonesia.he2x
harusnya bukan hanya orang luar negeri donk yg melakukan penelitian2 ky gt.
harusnya kita sendiri yg bergerak untuk memecahkan misteri ini. salam kenal mas.
http://www.kawasah.co.cc
September 1, 2008 at 4:18 pm
Saya setuju Mas bagdies. meskipun aneh penelitian mereka tidak sedikit yang menemukkan kebenaranya dan kita harus beri mereka acungan jempol. Untuk indonesia mungkin masih kurang menyadari ya.
September 4, 2008 at 11:53 am
Mas…. kalo Kendaraan tempur dan pesawat-pesawat tempur di asumsikan sebagai Kereta Kencana, sedangkan Panah-panah sakti adalah asumsi dari Rudal balistik atau laser beam. Dan baju zirah yang dikenakan gatot kaca adalah Baju tempur yang bisa terbang. Diceritakan pula, seorang tokoh (baladewa) tidak boleh ikut berperang karena memiliki senjata pemusnah masal yang mampu membelah bumi, nah Hanoman siapa ya….??? Cyborg ya… atau Terminator kali ya…. hohohoho
September 4, 2008 at 7:12 pm
Waduh Kalo Hanoman tu sama dengan sapa ya ???
Kalo pilihanku hanoman mungkin sama dengan Manusia Api kali ya ( Kok jadi kartun )??? He…he…
mungkin sama dengan terminator + cyborg + Supermen coz dia punya kekuatan sangat dashyat ni ada artikelnya
http://kudoni.wordpress.com/2008/09/04/kera-putih-hanoman-obong/
September 13, 2008 at 11:24 am
Jika 2 pilar analogi dengan 2 gunung Krakatau dan Toba, maka ini mustahil. Karena luas zaman dulu dan sekarang itu berbeda. Di Indonesia jarak kedua gunung tersebut terpisah sejauh 2000 km lebih. Bgm bisa kita sebut pilar?
Eropa memiliki pilar2 seperti partenon yang merupakan kebanggaan. Biasanya dapat dilihat dengan mata telanjang di tempat terbuka. Kalo 2 gunung Indonesia ini dianalogikan, jangankan Krakatau dan Toba, Gunung Salak dan Simeru saja gak kelihatan di tempat terbuka saat memandang…
http://www.goodank.co.cc (penyebar DVD Buku BSE Diknas Gratis)
December 20, 2008 at 2:23 pm
Keren banget penalarannya bang.. jujur ya.. aq juga suka banget ma yang namanya misteri alam, ufo, bangunan misteri, pokoknya yang berbau misteri dan mythos dehh..
Saya juga hobi meneliti dan slalu pengen tau tentang hal tersebut, dan ini sebagai masukan buat aq.. kerenn…..
Oh iya, aq ne 100% percaya lok qta to ga sendiri dan emang ada pradaban laen yg memiliki teknologi jauh di atas qta.
Bagi yg ga percaya ne… banyakin baca buku n banyakin cri info dan bukti2 yg ilmiah ya.. ntar loe lok dah ketemu baru deh yakin kayak aq.. hehehe…